5 Game Yang Harusnya Dapatkan Remake Atau Sekuel

game yang harusnya mendapatkan remake atau remastered

Game Remake – Saat ini game jadul banyak yang mengalami remaster atau remake yang sepertinya menjadi sebuah trend yang dilakukan oleh berbagai developer industri game dalam beberapa tahun belakangan ini. Selain itu sebagai  fanservice kepada para penggemar setia, hal tersebut juga dilakukan oleh para developer untuk menyempurnakan game-game lama mereka dan teknologi zaman now yang sudah mumpuni.

Beberapa game yang telah terbukti sangat sukses seperti Resident Evil 2 Remake garapan capcom yang berhasil terjual dari 5 juta unit dalam satu bulan pertamannya. Dan baru-baru ini perilisan final fantasy Vii remake garapan square enix yang nampaknya juga berhasil mencuri perhatian para fans lama maupun baru, dimana saat artikel ini ditulis, game tersebut juga telah terjual sampai 700,000 unit.

Baca Juga: Tips Bermain Guinereve Mobile Legends (Guide & Build)

Dengan keberhasilan 2 game diatas, sepertinya membuat beberapa game lama juga pantas sekali untuk mendapatkan remake ataupun sekuel yang telah lama terhiraukan. Penasaran? Berikut game tersebut

1. Prince Of Persia

Siapa yang menyangka bahwa Assassin’s Creed yang awalnya direncanakan sebagai bagian dari game Prince of Persia justru lebih populer dan menjadi salah satu franchise terbesar Ubisoft saat ini. Hal tersebut bahkan membuat Ubisoft nampaknya sedikit menelantarkan franchise yang cukup ikonik satu ini.

Game utama Prince of Persia sendiri terakhir kali rilis pada tahun 2010 lalu dengan dengan judul Forgotten Sands, dan sekarang nampaknya benar-benar forgotten. Pada tahun 2018 lalu rilis Prince of Persia: Escape di platform iOS dan Andoroid, namun hadir sebagai game endless runner. Pihak Ubisoft sendiri nampaknya saat ini masih sibuk dengan Watch Dogs legion dan sedang merombak struktur pengembangan gamenya agak dapat menciptakan kualitas game yang lebih segar kedepannya.

Namun saya juga berharap bahwa Ubisoft tidak melulu menganakemaskan Assassin’s Creed yang hadir satu atau dua tahun sekali, dan kembali pada Prince of Persia. Mau itu sekuel ataupun membuat remake pada salah satu serialnya, seperti The Two Thrones misalnya.

2. Dragon’s Dogma

Masih dari game Capcom lainnya yang bisa dibilang cukup underrated, Dragon’s Dogma merupakan game open world RPG dengan premis permainan yang bisa dibilang mirip dengan game Monster Hunter, namun lebih fokus pada tema fantasi dan elemen singleplayer atau story-driven experience.

Seperti game RPG pada umumnya, kamu dapat membuat karaktermu sendiri dan memilih satu di antara beberapa kelas atau job yang ada, kemudian menjalankan berbagai quest seperti membasmi bandit ataupun membasmi monster. Dalam Dragon’s Dogma kamu juga dapat memanjat monster-monster berukuran besar untuk meraih weak point suatu monster. Terdapat juga sistem Pawn yang dimana kamu akan membuat karakter tambahan yang akan jadi partnermu selama permainan. Pawn milikmu tersebut bisa digunakan pemain lain, begitu juga kamu yang dapat menggunakan Pawn milik pemain lain. Pawn tersebut nantinya bisa diberikan rating apakah berguna atau tidak.

Saya sendiri berharap agar Capcom tidak melulu terpaku pada membuat remake atau game baru Resident Evil saja, tapi juga game lainnya seperti Dragon’s Dogma ini. Namun pastinya mereka juga harus belajar dari pengalaman mengapa game semenarik ini kurang mampu menarik perhatian dunia.

3. Bloodborne

Terinspirasi dari semesta Lovecraftian, Bloodborne menonjolkan atmosfir kengerian terhadap sesuatu yang tidak biasa atau tidak pernah kita ketahui. Hal ini terlihat dari desain-desain musuhnya yang penuh tentakel hingga memiliki bentuk yang menjijikan dan mungkin bikin bulu kuduk merinding. Dari segi gameplay sendiri tidak berbeda jauh dengan Dark Souls, namun tidak sedikit fans yang menyatakan bahwa Bloodborne lebih sulit, terutama konten DLC-nya.

Hidetaka Miyazaki selaku kreator game-game Souls sendiri mengaku bahwa Bloodborne merupakan sebuah game yang hadir sesuai dengan keinginannya. Bahkan ia juga menyatakan bahwa ia tidak keberatan untuk membuat lanjutannya. Namun harus menunggu lampu hijau dari Sony selaku pemilik IP terlebih dahulu. Hal ini juga mengingat bahwa FromSoftware sendiri saat ini tengah mengerjakan Elden Ring, sehingga sekuel Bloodborne nampaknya tidak akan hadir dalam waktu dekat.

4. Dino Crisis

Dino Crisis 3 yang rilis di Xbox sendiri bisa dibilang kurang disukai para fans, karena cita rasa permainannya yang sangat berbeda. Premisnya sendiri sebenarnya menarik dengan menghadirkan tema melawan dinosaurus di luar angkasa. Namun dalam eksekusinya, Dino Crisis 3 justru terasa seperti game alien shooter. Serta minim rasa horor seperti yang disajikan pada dua game pertamanya. Hal ini ditambah dengan kontrolnya yang canggung, dimana membuat aksi menembak sambil bergerak jadi kurang menyenangkan.

Maka dari itu, tentu saya berharap Dino Crisis akan dapatkan sekuel dengan engine zaman now. Ataupun remake dengan treatment yang sama seperti Resident Evil remaster yang masih menggunakan perspektif fixed camera, ataupun Resident Evil 2 atau 3 Remake yang jadi third-person shooter.

5. The Last Remnant

Game JRPG yang juga dibesut oleh Square Enix ini bisa dibilang menerima respon yang kurang baik saat pertama kali dirilis di Xbox 360 pada tahun 2008. Mulai dari begitu banyaknya bug, glitch, hingga beberapa mekanisme permainan yang terasa canggung. Namun, saat dirilis di PC setahun kemudian, hampir semua permasalahan yang terjadi pada perilisannya tersebut sudah diperbaiki.

Saya sendiri baru main beberapa tahun setelahnya, dan berhasil dibuat terpesona dengan sistem bertempurnya yang sangat unik. Jika JRPG pada umumnya menghadirkan party berisikan maksimal 4 atau 5 orang saat bertempur, The Last Remnant membawa 18 orang atau unit yang terbagi dalam 5 union. Namun yang lebih unik adalah komando aksi yang tidak sekadar “Attack” atau “Magic”, melainkan menggunakan serangkaian kalimat Battle Commands seperti “Attack with combat arts!”, “Cut off their leader!”, “Give it all you’ve got!”, “Strike from the sides!”, “Recover with mystic arts!” dan masih banyak lagi.

Sang sutradara, Hiroshi Takai sendiri pernah menyatakan bahwa ia tertarik membuat lanjutan The Last Remnant jika diperbolehkan Square Enix (red). Namun saat ini nampaknya kita hanya bisa menikmati versi remasterednya yang dirilis pada tahun 2018 lalu.

Baca Juga: 7 Game PC Ringan Dan Offline Yang Cocok Dimainkan Beramai-Ramai

Itulah tadi informasi mengenai game apa saja yang memang seharusnya mendapatkan remake atau sekuel terbaru. Semoga dengan artikel diatas bisa memberi informasi dan wawasan terbaru seputar dunia games dan teknologi terbaru hanya untuk kamu.

Sumber: Gamebrott

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *