5 Tanda Kamu Overwork dan Cara Mengatasinya

5 Tanda Kamu Overwork dan Cara Mengatasinya

5 Tanda Kamu Overwork dan Cara Mengatasinya

5 Tanda Kamu Overwork dan Cara Mengatasinya – Kamu merasa pekerjaan sudah merenggut kehidupanmu? Kalau iya bisa jadi kamu mengalami overwork. Terlalu banyak bekerja sering kali tandai dengan durasi bekerja yang terlalu lama. Dari laman Healthline, Randy Simon, Ph.D, psikolog klinis berlisensi Amerika Serikat, mengatakan bahwa bekerja di atas 40-50 jam dalam seminggu termasuk dalam kategori tidak sehat.

Kalau hal ini kalian biarkan terlalu lama, kondisi fisik dan mental bisa terganggu lho. Coba lihat lagi dirimu sendiri, apakah kamu mengalami overwork saat ini? Untuk memastikannya, gak ada salahnya melihat tanda-tandanya berikut ini.

1. Kamu gak seproduktif sebelumnya

Menambah jam kerja tanpa hasil yang signifikan menjadi penanda jam kerja telah menurunkan produktivitas. Dari penelitian yang dilakukan oleh Stanford University 2014 menemukan fakta jika orang yang bekerja 70 jam per minggu memiliki hasil yang hampir sama dengan mereka yang bekerja 56 jam per minggu. Studi ini menjelaskan bila durasi panjang dalam bekerja tidak lantas menunjukkan hasil yang maksimal.

Cara mengatasi:

Untuk menghindari kerepotan yang menyebabkan kamu harus overwork maka hindarilah untuk bekerja multitasking atau bekerja beberapa hal sekaligus. Jika selama ini multitasking dianggap mempercepat pekerjaan, namun kenyataannya hal ini justru menghasilkan lebih sedikit.

Oleh karena itu lebih baik, selesaikan pekerjaan metode GTD (Getting Things Done) dari David Allen yang berfokus pada manajemen waktu dan organisasi. Metode ini mengajarkan kita setiap hari hanya berfokus pada tiga prioritas teratas saja.

2. Kurang tidur dan kelelahan setiap hari

Menghabiskan waktu sepanjang hari untuk bekerja bisa membuat pikiran tidak tenang. Hal ini akan membuatmu sulit tidur dan mengakibatkan letih pada keesokan harinya. Jika  terlalu lama, produktivitas akan menurun sekaligus meningkatkan risiko diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.

Cara mengatasi:

Dari laman The Atlantic, keseimbangan antara kerja dan istirahat yang efektif adalah setiap 52 menit kerja, istirahat yang kalian butuhkan sekitar 17 menit. Kamu bisa menggunakan waktu istirahat dengan mengobrol, atau jalan-jalan kecil, atau sekadar melakukan stretching. Istirahat dengan cara ini bisa membuat kantuk jadi hilang lho.

3. Merasa sedih tanpa sebab

Selain fisik, overwork juga bisa merusak kesehatan mental. Dari studi yang dilakukan tahun 2012, orang yang bekerja 11 jam setiap harinya cenderung mudah terkena depresi dan mereka yang bekerja 8 jam setiap harinya.

Cara mengatasi

Tenangkan pikiran dan jiwa dengan melakukan meditasi atau yoga. Cara ini terbukti bisa menyetel ulang pikiran dan mental sekaligus membuatmu jadi lebih positif.

4. Punggung dan leher terasa nyeri

Namun, berada pada posisi sama dalam waktu lama bukan lah hal yang baik. Dari jurnal Occupational and Environmental Medicine 2002,semakin panjang durasi seseorang bekerja, semakin besar risiko mengalami nyeri pada bagian punggung untuk pria dan nyeri leher untuk perempuan.

Cara mengatasi:

Jika sudah merasa sangat terganggu dengan rasa nyeri, gak ada salahnya untuk melakukan pijat relaksasi atau terapi. Jangan biarkan rasa nyeri ini terlalu lama karena nantinya bisa mengganggu tidur.

5. Hubungan dengan pasangan terganggu

Namun, rasa lelah, stres, hingga depresi karena pekerjaan dapat membuat tingkat kesabaran menipis. Oleh sebab itu, tidak jarang hubungan pasangan terganggu dan bisa berakibat perpisahan.

Cara mengatasi:

Tetap prioritaskan quality time bersama dengan keluarga sesibuk apa pun . Setidaknya luangkan waktu satu jam setiap hari untuk sekadar berbicara santai dengan pasangananmu.