Bela Saudi Kasus Jamal Khashoggi, Donald Trump Dikritik Partai Republik

Bela Saudi Kasus Jamal Khashoggi, Donald Trump Dikritik Partai Republik

Bela Saudi Kasus Jamal Khashoggi, Donald Trump Dikritik Partai Republik

200609090312 donald trump 0608 super tease - Bela Saudi Kasus Jamal Khashoggi, Donald Trump Dikritik Partai Republik

Bela Saudi Kasus Jamal Khashoggi, Donald Trump Dikritik Partai Republik – Beberapa politisi Partai Republik mengkritik Presiden Amerika Serikat Donald Trump  yang juga anggota partai itu– atas sikapnya yang tetap mendukung dan membela hubungan AS-Arab Saudi, meski Riyadh mendapat kecaman luas atas kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Sebelumnya, Trump menegaskan bahwa Saudi adalah “mitra yang kuat” bagi AS, karena telah “menginvestasikan sangat banyak uang” di Negeri Paman Sam, ujarnya dalam sebuah pernyataan guna menegaskan kembali kemitraan kedua negara.

Pernyataan Trump datang di tengah maraknya berbagai pemberitaan mengenai laporan dari Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA) yang dengan yakin menyebut bahwa pucuk tertinggi monarki Saudi terlibat dalam pembunuhan kolumnis The Washington Post itu.

Uniknya, Trump sendiri telah menyatakan bahwa tak tertutup kemungkinan jika Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, memberikan otorisasi atas pembunuhan Jamal Khashoggi. Namun, hal itu membuatnya bergeming. Tanpa mengindahkan berbagai kritik, Trump bersikukuh bahwa hubungan AS-Saudi tetap berjalan seperti sedia kala, termasuk, kesepakatan pembelian senjata AS oleh Saudi.

Namun, sikap sang presiden menuai kritik.  Salah satu kritik datang dari Ketua Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS, Senator Bob Corker (Republik, Negara Bagian Tennessee)

Lewat twit, Corker mengatakan, “Saya tidak pernah mengira akan melihat hari ketika Gedung Putih akan bekerja sebagai firma hubungan masyarakat untuk Putra Mahkota Arab Saudi.”

Anggota Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS, Senator Rand Paul (Republik, Negara Bagian Kentucky), juga menyuarakan kritiknya terhadap Trump.

Ia mengatakan, “Presiden menunjukkan bahwa Arab Saudi tak sejahat Iran sehingga AS tidak akan menghukum Saudi untuk pembunuhan brutal dan mutilasi yang terjadi di konsulat Saudi (di Istanbul).”

Paul juga mengkritik sikap Trump yang menegaskan bahwa transaksi pembelian senjata AS oleh Saudi tetap berlangsung. Padahal, pada saat yang sama, negara-negara Eropa telah menunda transaksi serupa dengan Saudi sebagai bentuk kritik terhadap Riyadh atas kasus pembunuhan Jamal Khashoggi.

“Kita seharusnya tidak memberi imbalan kepada Arab Saudi dengan senjata canggih kita yang pada gilirannya mereka gunakan untuk mengebom warga sipil,” lanjut Paul, yang juga mengkritik intervensi Saudi pada perang di Yaman.

“Sikap presiden justru menunjukkan ‘Saudi Arabia First’ (memprioritaskan Saudi), bukan ‘America First’ (jargon andalan Trump atas visinya untuk mendahulukan kepentingan AS),” kata Paul.

Paul mengatakan dia akan “terus menekan agar Kongres AS meloloskan undang-undang yang menghentikan penjualan persenjataan Saudi dan perang di Yaman.”

Sementara itu, Senator Lindssey Graham (Republik, Negara Bagian Carolina Selatan) mengatakan dalam tweet berantai:

“Satu hal yang saya pelajari pada masa pemerintahan Obama: ketika Anda berpaling dari masalah di Timur Tengah, hal itu tidak akan pernah memecahkan masalah yang dimaksud.”

“Obama memilih untuk berpaling dari masalah Iran … itu justru memperparah situasi dengan Iran semakin menciptakan banyak masalah pada kemudian hari.”

“Hal yang sama juga akan berlaku, ketika kita memilih untuk berpaling dari pembunuhan brutal Jamal Khashoggi,” kata Graham.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *