Aplikasi Pelacak Sebaran Virus Corona CovidLock Terinfeksi Ransomware

covidlock terinfeksi virus ransomware

Aplikasi Covidlock terinfeksi virus ransomware – Saat ini virus corona sedang marak, dan salah satu aplikasi yang sedang trend digunakan adalah aplikasi pelacak sebaran virus corona atau biasa disebut covid lock. Namun dikabarkan bahwa Covidlock sendiri disusup oleh Ransomware yang membuat penggunanya berpotensi terkena pemerasan hingga US$ 100 dalam bentuk bitcoin.

Bahkan dilansir dari The Financial Express, Rabu (18/3), temuan adanya ransomware tersebut diungkap oleh perusahaan keamanan asal Amerika Serikat (AS), Domain Tools, yang menemukan adanya ancaman ransomware. Yang mempengaruhi keamanan ponsel, uang dan data pribadi pengguna yang memasang aplikasi tersebut.

Baca Juga: Maxim Sebenarnya Keberatan Tarif Ojek Online Naik

“Banyak orang yang masih horor dan ketakutan akan sebaran virus corona, penjahat dunia maya memanfaatkannya dengan menyisipkan ransomware di aplikasi yang tidak berbahaya di ponsel pengguna,” tulis Domain Toolds dalam Blognya, dikutip dari The Financial Express pada Rabu (18/3).

Aplikasi CovidLock sendiri adalah aplikasi Android. Meskipun tidak tersedia di Google Play Store, namun CovidLock tersedia di situs web coronavirusapp. Menurut Domain Tools, setiap kali pengguna menginstal aplikasi CovidLock, ia akan dimintai berbagai izin dari para pengguna yang tidak sadar bahayanya sehingga bisa jadi covidlock terinfeksi ransomware.

Izin ini termasuk akses untuk password di ponsel pengguna dan begitu pengguna mengizinkan semua fitur yang diminta. Ponsel terkena retas dan diminta untuk membayar uang tebusan dari virus ransomware tersebut.

Tebusan yang diberikan tidak main-main yaitu senilai US$ 100 atau Rp 1,6 juta dalam bentuk bitcoin, merupakan imbalan untuk membuka kunci ponsel yang sebelumnya diretas. Peretas memberikan waktu hingga 48 jam kepada pengguna untuk membayar tebusan.

Kubaca-baca dari koran Gizchina, Selasa (17/3), setelah aplikasi itu diinstal pada ponsel pengguna, ransomware akan dengan cepat mengunci perangkat. Kemudian, peretas mengancam apabila uang tebusan tidak diberikan. Data di ponsel milik pengguna akan dihapus atau diungkapkan ke jejaring sosial kamu.

“Jadi bila user mencoba sesuatu yang bodoh, data pada ponsel akan terhapus secara otomatis,” kata peretas dikutip dari Gizchina pada Selasa (17/3). Seorang peneliti keamanan komputer di Domain Tools, Tarik Saleh mengatakan, peretas memanfaatkan kondisi pada saat orang dalam posisi rentan. “Mereka (peretas) menggunakan peristiwa dramatis yang menyebabkan orang menjadi emosional atau takut, untuk mendorong keuntungan mereka,” kata Tarik seperti dilansir Gizchina.

Ia memperingatkan semua pengguna ponsel berhati-hati dalam meng-install aplikasi khusus untuk mendapatkan informasi corona. Jangan malah mengikuti situs yang tidak resmi terhubung dengan pandemi corona. Selain itu, ia mengimbau agar pengguna mengaktifkan anti virus di ponsel untuk mencegah ransomware tersebut. Untuk itulah kamu harus percaya saat memasang aplikasi dari agen idn poker apk.

Gimana sobat menurut kamu? Aplikasi yang harusnya membantu kamu malah berbalik menjadi kamu yang merugi dan menderita. Oleh karena itu kita sebagai pengguna harus cermat dalam menggunakan aplikasi tersebut.

Sekian artikel kali ini semoga bisa bermanfaat buat kamu. Terima Kasih.

Sumber: Katadata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *