Google Larang Karyawan Pakai Zoom

Google Larang Karyawan Pakai Zoom

Google Larang Karyawan Pakai Zoom

Google Larang Karyawan Pakai Zoom – Google mengeluarkan kebijakan melarang karyawannya menggunakan Zoom karena masalah keamanan. Perusahaan itu khawatir dengan layanan keamanan pada aplikasi konferensi video gratis Zoom yang populer selama pandemi Covid-19.

Melansir Business Insider, Zoom juga dihadapkan dengan ‘Zoombombing’, di mana orang asing dapat bergabung dalam sebuah konferensi meski tidak diundang. Tak hanya itu, Zoom juga diketahui berbagi data yang tidak diungkapkan dengan Facebook.

Google bukan perusahaan pertama yang melarang penggunaan Zoom. Tesla juga melakukan hal yang sama awal bulan ini karena masalah keamanan dan meminta karyawan untuk mengandalkan panggilan telepon, email (surat elektronik), dan pesan singkat sebagai gantinya.

Pemerintah Singapura melarang guru menggunakan Zoom lagi untuk kegiatan belajar dari rumah selama pandemi virus corona (Covid-19).

Melansir Straits Times, Direktur Divisi Teknologi Pendidikan Singapura, Aaron Loh, mengatakan pembelajaran berbasis rumah akan terus berlanjut dan para guru akan terus menggunakan berbagai sumber daya yang tersedia di Ruang Belajar Siswa Singapura, serta pengajaran dan pembelajaran offline

“Kami telah menjelaskan kepada semua Daftar Poker IDN guru mengenai langkah-langkah keamanan yang harus mereka patuhi ketika menggunakan platform konferensi video tersebut, salah satunya tidak membagikan tautan rapat di luar siswa di kelas,” katanya.

Loh mengatakan pemerintah juga akan terus bekerja dengan orang tua untuk memastikan lingkungan belajar yang aman dan sekolah juga akan membimbing siswa pada perilaku yang tepat ketika menghadiri pelajaran daring.

Ia pun memastikan kementerian telah berkoordinasi dengan Zoom untuk meningkatkan keamanannya dan membuat langkah-langkah keamanan jelas dan mudah diikuti.

Kebijakan itu dikeluarkan setelah ada penyusup ke dalam kelas virutal yang terpaksa dibuat selama pandemi corona, dab membuat komentar cabul.

Melansir AFP, dua orang pria menyusup masuk ke dalam kelas virtual yang diselenggarakan sebuah sekolah di Singapura. Dalam kelas virtual yang terdapat siswi remaja, dua pria itu menunjukkan gambar cabul dan membuat komentar cabul.

Singapura Larang Guru Gunakan Zoom

Kementerian Pendidikan Singapura dikabarkan sedang menyelidiki insiden serius tersebut dan para guru telah menangguhkan penggunaan aplikasi tersebut hingga masalah keamanan diselesaikan.

CEO Zoom Eric Yuan mengatakan pihaknya telah merespon masalah tersebut dan akan menghentikan pengembangan fitur baru selama 90 hari agar fokus mengatasi masalah pada privasi dan keamanan.

“Kami telah lama memiliki kebijakan untuk tidak mengizinkan karyawan menggunakan aplikasi yang tidak disetujui untuk pekerjaan yang berada di luar jaringan perusahaan kami,” kata juru bicara Google Jose Castaneda, melansir The Verge.

Castaneda mengatakan tim keamanan Google telah memberi tahu karyawan bahwa Zoom tidak memenuhi standar keamanan perusahaan. “Karyawan yang telah menggunakan Zoom untuk tetap berhubungan dengan keluarga dan teman dapat terus melakukannya melalui browser web atau melalui ponsel,” ujarnya.

Kritik atas keamanan Zoom bukan baru terjadi. Sebelum pandemi Covid-19, telah perusahaan menghadapi kritik karena privasi yang lemah dan perlindungan keamanan, seperti pada bulan Juli tahun lalu ketika cacat macOS memungkinkan URL Zoom dapat secara sepihak mengaktifkan webcam MacBook.

Larangan menggunakan Zoom diterima oleh karyawan melalui email beberapa hari lalu. Google mengatakan kepada karyawan bahwa Zoom tidak akan berfungsi lagi pada perangkat Google.

Dalam imbauan itu, Google memerintahkan karyawan untuk menggunakan Meet, salah satu fitur untuk meeting punya perusahaan mesin pencari terbesar dari Amerika Serikat itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *