Kamu Kerja dari Rumah alias WFH? Waspadai Computer Vision Syndrome

Kamu Kerja dari Rumah alias WFH? Waspadai Computer Vision Syndrome

Kamu Kerja dari Rumah alias WFH? Waspadai Computer Vision Syndrome

Kamu Kerja dari Rumah alias WFH? Waspadai Computer Vision Syndrome – Dewasa ini kerja dari rumah alias work from home (WFH) dan studi daring menuntut kita untuk banyak memandang layar digital, mulai dari telepon genggam, tablet, laptop, atau komputer. Apalagi dalam masa pandemik seperti sekarang. Namun, tahukah kamu bahwa terus-terusan menatap layar d’igital membuat mata kita bekerja lebih berat dari biasanya?

Adalah computer vision syndrome (CVS), yaitu sekelompok gejala yang berkaitan dengan mata yang timbul akibat penggunaan layar digital dalam waktu lama. Sebagian besar orang mungkin pernah merasakan gejalanya, tetapi cenderung mengabaikannya.

Penting, nih, buat kita yang kerja atau belajar dari rumah, sehingga bisa tahu cara mengatasinya. Simak sampai habis, ya, demi kesehatan mata kita!

1. Apa saja gejala computer vision syndrome?

Menurut sebuah laporan dalam Journal of Clinical Ophthalmology & Research tahun 2014, gejala CVS terbagi menjadi empat kategori, yakni:

Gejala astenopia: ditandai dengan keluhan mata lelah, rasa pegal, dan sakit pada mata.

Suatu gejala yang berhubungan dengan permukaan mata: berupa iritasi, mata kering, dan mata berair.
Gejala visual (penglihatan): berupa penglihatan kabur, penglihatan ganda, atau sulit untuk melihat secara fokus. Gejala-gejala visual ini dapat disebabkan oleh gangguan refraksi yang tidak terkoreksi atau gangguan akomodasi mata.
Gejala ekstraokular (di luar mata): bisa berupa nyeri pada leher, punggung, dan bahu.

Hasil survei yang lakukan oleh National Institute of Occupational Safety and Health (NIOSH) melaporkan bahwa gejala-gejala penglihatan tersebut dialami oleh 75-90 persen pada pengguna komputer

2. Faktor penyebab timbulnya gejala computer vision syndrome

Sebuah studi dalam jurnal Malaysian Family Physician tahun 2008 mengungkapkan beberapa faktor yang dapat menimbulkan CVS, antaranya sebagai berikut:

Melansirkan dari https://feedzie.com/ Pengaturan kecerahan dan kontras layar yang kurang tepat

  • Tulisan atau gambar pada layar kurang fokus
  • Adanya refleksi atau glare pada layar d’igital
  • Posisi layar d’igital yang terlalu dekat, terlalu jauh, atau sudut penglihatan yang  tidak sesuai
  • Gangguan refraksi mata yang tidak  terkoreksi dengan kacamata atau lensa kontak preskripsi yang tepat
  • Suhu dan kelembapan ruangan yang terlalu rendah

Sebuah studi terhadap pegawai-pegawai pada suatu bank yang terpublikasikan dalam The Indonesian Journal of Public Health tahun 2019 melaporkan bahwa faktor yang paling dominan memengaruhi kejadian CVS adalah durasi bekerja pada depan layar.

Berdasarkan studi dalam jurnal IOS Press tahun 2015, pekerja yang menggunakan komputer lebih dari 4 jam per hari berisiko untuk mengalami CVS

3. Cara mengatasi computer vision syndrome

American Optometric Association menganjurkan metode 20-20-20 ketika kita bekerja dengan layar d’igital untuk meredakan gejala CVS. Caranya adalah dengan mengistirahatkan mata setiap 20 menit selama 20 detik dengan menatap objek yang jaraknya 20 kaki (6 meter).

Sebuah laporan dalam Academic Journals tahun 2014 merekomendasikan penggunaan kacamata dengan lensa progresif agar dapat melihat jelas pada berbagai titik fokus. Selain itu, penggunaan lensa dengan coating untuk mengurangi glare dari layar digital agar lebih nyaman saat bekerja menggunakan layar digital.

Menurut sebuah studi dalam Indian Journal of Ophthalmology tahun 2007, sebanyak 98,7 persen dokter setuju bahwa air mata buatan (artificial tears) dapat digunakan untuk CVS, terutama untuk mengatasi gejala mata kering

4. Computer vision syndrome dapat mencegah dengan cara-cara berikut

Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan supaya tidak sampai mengalami CVS. Apa saja?

  • Mengatur jarak mata ke layar digital sejauh 50-70 cm
  • Layar memposisikan pada sudut 15-20 derajat di bawah ketinggian mata
  • Pencahayaan ruangan harus cukup terang
  • Menggunakan lapisan anti glare pada layar d’igital
  • Lalu menggunakan kursi dengan sandaran yang ergonomis
  • Dapat menggunakan kacamata atau lensa kontak preskripsi yang sesuai
  • Meletakkan humidifier pada meja kerja
  • Jangan lupa untuk sering berkedip agar permukaan mata tidak kering
  • Penggunaan tetes mata lubrikasi (air mata buatan) jika perlukan

Setiap orang yang beraktivitas menggunakan layar d’igital dalam waktu lama perlu memahami langkah-langkah pencegahan atas agar tidak timbul dampak lain dari CVS. Selain itu, perhatikan juga pola tidurmu.

5. Kapan harus periksa ke dokter mata?

Gejala CVS computer vision syndrome umumnya dapat berkurang dengan sendirinya dalam beberapa jam jika kamu berhenti menggunakan layar d’igital.

Kalau sudah melakukan langkah-langkah atas tetapi keluhan mata yang terasakan tak kunjung membaik, sudah saat kamu berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter spesialis mata.

Rekomendasinya adalah cek kondisi mata setidaknya setahun sekali bagi pengguna rutin komputer. Pemeriksaan juga perlukan untuk memastikan tidak ada kondisi medis lain yang mendasari keluhan mata dan gangguan penglihatan yang kamu rasakan. Perlu kamu ketahui, CVS lebih sering menemukan pada orang-orang yang sudah memiliki gangguan penglihatan sebelumnya.