Kecemasan Karena Mendamba Pernikahan

Kecemasan Karena Mendamba Pernikahan

Pemikiran Masyarakat Kepada Perempuan yang Tak Segera Menikah

Kecemasan Karena Mendamba Pernikahan – Era sekarang, perempuan menikah muda sudah jarang terjadi, bahkan banyak diantaranya yang enggan menikah dan memilih untuk hidup sendirian daripada menikah. Bagi masyarakat luas, menikah menjadi sebuah pembuktian bahwa seseorang itu telah mampu memenuhi kebutuhan dan melalui rintangan di dalam hidupnya. Seolah semua dinilai bersadarkan waktu.

Siapa yang menikah di usia 20an awal akan dipandang sukses menantang dirinya sendiri untuk kehidupan yang baru. Namun pernikahan adalah impian. Termasuk bagi perempuan yang memilih untuk tidak menikah di usia muda. Ada banyak alasan namun tidak semua orang paham akan hal tersebut.

Perempuan yang terbilang “terlambat” menikah ini akan mendapatkan banyak kritikan. Tentu saja sangat menjengkelkan. Tapi inilah yang akan membuat perempuan menjadi lebih siap. Berikut ini beberapa pandangan masyarakat tentang perempuan yang tak kunjung menikah.

Fokus jadi perempuan karier, sampai lupa cari jodoh

Setelah lulus dari bangku kuliah, sebagian perempuan memang tak ingin terburu-buru menikah. Mereka ingin bekerja atu bahkan melanjutkan studinya. Ya, ini memang pilihan. Bahkan beberapa di antaranya yang tak kunjung menikah bukan karena tak ingin. Tapi terlalu menikmati peran sebagai perempuan karier yang sibuk. Seolah tidak ada lagi waktu untuk hangout apalagi kencan.

Ya, mereka hanya fokus pada diri dan karier mereka. Baikkah ini? Silakan dinilai sendiri.

Gak punya tujuan hidup yang jelas

Tak sekadar laki-laki yang dituntut memiliki tujuan hidup yang jelas, karena mereka akan berperan sebagai kepala rumah tangga. Tapi perempuan pun demikian. Mereka yang tak kunjung menikah seolah sudah dicap menjadi perempuan yang tak punya tujuan bahkan pendirian.

Masih suka berkencan dan lainnya. Teman datang pergi silih berganti. Kita pun akan dipandang negatif oleh orang sekitar. Tapi apakah itu juga harus kita dengar? Tenang, kamu pun punya hak untuk menolak apa yang mereka katakan.

Perempuan Lebih Memilih Berkencan daripada Menikah

Terlalu pemilih dan tak sesuai

Laki-laki memang berhak memilih, namun perempuan pun berhak menolak. Begitulah setidaknya kalimat yang membuat banyak orang salah paham, di mana laki-laki berhak memilih calon pendampingnya. Namun jika terlalu banyak pilihan, ia pun akan bingung sendiri. Tak terkecuali perempuan.

Jika ia diberi pilihan dan tidak ada yang sesuai lalu ditolak, maka ia pun akan bingung saat pilihan lain datang atau bahkan tidak kunjung datang lagi. Menikah bukan lagi sekadar tentang k emana-mana bersama, pamer sosial media dan tertawa berdua. Tapi tentang kemantapan menemani dalam setiap keadaan. Baik suka maupun dukanya.

Sok jual mahal, padahal ini tentang harga diri

Masyarakat atau lingkungan sekitar yang tidak tahu keadaan sesungguhnya, akan menjudge kita sebagai perempuan yang sok jual mahal. Sok cantik, sok pintar, sok alim dan semua yang mereka kira, padahal itu tidak benar, terkadang membuat kita benar-benar terluka. Bahkan melukai harga diri.

Sebagai perempuan , kita pun ingin mendapatkan laki-laki terbaik yang akan menjadi pembimbingnya untuk menjadi lebih baik. Apakah jika kita menolak yang tidak sesuai juga termasuk kesalahan?

Tak laku, akan ada banyak koreksi

Tak laku. Ya hal inilah yang tidak jarang membuat diri kita semakin minder. Tak percaya diri dan akan semakin merasa tak berharga, hanya karena memang belum bertemu jodoh. Ya, menikah di usia yang tidak lagi muda memang tidak mudah.

Lingkungan akan semakin banyak ikut campur, mengoreksi banyak hal dari diri kita. Mereka tak segan untuk membuat label kepada diri sendiri, yang bahkan kita pun tidak berpikir demikian.

Minder adalah hal yang jelas membuat kita stres, bahkan tidak menutup kemungkinan untuk depresi. Semoga jawaban ini bisa membuatmu lebih tabah dan tenang ya.