Pantau OTG dengan Drone

Pantau OTG dengan Drone

Gugus Tugas Covid-19 Pantau OTG dengan Drone

Gugus Tugas Covid-19 Pantau OTG dengan Drone – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menggunakan teknologi pesawat tanpa awak atau drone untuk menemukan orang yang bersuhu tinggi dan Orang Tanpa Gejala (OTG).

Seperti dikutip dari rilis TNI AD yang diterima IDNPlay Deposit Pulsa Telkomsel, lokasi-lokasi yang dipilih merupakan daerah tempat massa berkumpul, seperti area jalan yang digunakan untuk pergi dan pulang kerja, pasar, dan tempat penjualan makanan buka puasa.

Insiden ini terjadi ketika Pakistan dan India saling menuduh pelanggaran gencatan senjata di LoC yang diikuti penembakan sporadis dari kedua belah pihak.

Hubungan kedua negara bersenjata nuklir itu menukik pada pertengahan Februari 2019 saat India meluncurkan serangan udara ke Pakistan setelah menuduh mereka menyembunyikan kelompok serangan bom bunuh diri yang menewaskan 40 orang di Kashmir.

Apabila terdapat indikasi masyarakat yang bersuhu tinggi, maka tim akan mendekati orang tersebut dan selanjutnya berkoordinasi dengan Puskemas setempat. Kemudian, 1.268 orang lainnya masih menjalani isolasi mandiri dan 1.642 masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Jumlah orang yang positif terinfeksi virus corona (Covid-19) di wilayah DKI Jakarta mencapai 4.138 hingga Kamis. Sebanyak 2.077 orang yang positif terjangkit corona masih dirawat di rumah sakit.

Menurut pemerintah provinsi DKI saat ini ada 1.272 orang tanpa gejala (OTG) dan 6.949 orang dalam pemantauan (ODP) dengan rincian, 6.734 telah selesai dipantau dan 215 lainnya masih dalam proses pemantauan.

Sementara di Indonesia terdapat 10.118 kasus positif virus corona dengan 1.522 pasien dinyatakan sembuh dan 792 orang meninggal dunia.

Satuan Direktorat Topografi Angkatan Darat

Dari hasil pantauan di lapangan dengan menggunakan drone yang kerap ditemukan justru masyarakat yang tidak menggunakan masker. Dalam situasi seperti itu, drone akan mendekati orang tanpa masker dan akan mengeluarkan peringatan suara untuk segera menggunakan masker.

Pakistan mengklaim telah menembak jatuh drone pengintai India pada Kamis saat ketegangan kedua negara sedang meningkat. Pihak India mengklaim drone itu bukan milik mereka.

AFP mengabarkan berdasarkan pernyataan media setempat, drone India yang dikatakan seukuran unit komersial yang biasa digunakan pehobi drone, telah melintas di atas perbatasan de facto yang dikenal dengan sebutan Line of Control

Selain kamera dan pengeras suara, drone yang digunakan juga memiliki teknologi untuk memantau suhu tubuh dengan tingkat kesalahan pada kisaran 0,5 – 1 derajat celcius, tergantung pada kondisi suhu sekitar area pengoperasian drone, dengan kemampuan terbang selama kurang lebih 30 menit.

Dari hasil pemantauan hari pertama yang diawaki prajurit TNI AD dari Satuan Direktorat Topografi Angkatan Darat (Dittopad) yang bekerja sama dengan Indonesian Aero Camera (IAC) tidak ada orang bersuhu tinggi yang terdeteksi.

Pakistan kemudian meluncurkan serangan balasan keesokan harinya kemudian menembak jatuh pesawat tempur India dan menangkap sang pilot. Perselisihan sempat mereda setelah Pakistan mengembalikan pilot yang jatuh ke India.

Ketegangan kembali meninggi saat India mencabut otonomi sebagian wilayah Kashmir pada Agustus 2019. Kahsmir telah dibagi menjadi dua wilayah miliki Pakistan dan India sejak 1947 dan telah menjadi lokasi percikan perang di kedua belah pihak

Pemantauan tersebut dilaksanakan di sejumlah titik di wilayah Jakarta pada Rabu dan Kamis di beberapa tempat seperti Pelabuhan Tanjung Priok, Terminal Bus Tanjung Priok, Rawamangun, Kampung Rambutan, Klender, Kemayoran, Palmerah, Pasar Minggu dan Jakarta Pusat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *