Perang dunia kembali terjadi melalui pandemi saat ini

Perang dunia kembali terjadi melalui pandemi saat ini

Perang dunia kembali terjadi melalui pandemi saat ini

Perang dunia kembali terjadi melalui pandemi saat ini,- Di tengah situasi dunia yang kalut atas pandemi virus corona, Amerika Serikat dan China terus melanjutkan perseteruan mereka. Kedua negara tersebut juga belum lama terlibat perang dagang yang membuat ketar-ketir banyak negara atas dampak yang ditimbulkan.

Sejak wabah itu merebak di China pada akhir 2019, awalnya Presiden AS, Donald Trump, masih yakin dengan menyatakan mereka sanggup mengatasinya dengan melakukan pengujian massal. Akan tetapi, sikap Trump berubah ketika wabah corona di China semakin menurun, tetapi jumlah kasus di AS perlahan merangkak naik, dan bahkan kini sudah mencapai lebih dari 1 juta.

Trump mulanya menyebut virus corona sebagai virus Wuhan. Sebab,  wabah itu pertama kali merebak di Kota Wuhan yang merupakan ibu kota provinsi Hubei, China.

Setelah jumlah kasus infeksi di AS semakin banyak, satuan tugas penanganan virus corona yang dipimpin Wakil Presiden AS, Mike Pence, menuduh China tidak memberikan data secara lengkap mengenai penyebaran virus corona di Wuhan.

Tuduhan lain lantas diarahkan kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Trump mengatakan WHO tidak terbuka mengenai wabah virus corona dan dinilai terlalu berpihak kepada China.

Kemudian, Trump menuduh virus corona adalah hasil rekayasa yang dilakukan di laboratorium Institut Virologi Wuhan. AS juga mendesak supaya China membuka akses untuk para pakar dunia memeriksa kegiatan dan standar baku kegiatan di lokasi tersebut. China lantas bereaksi keras enggan memberikan izin dan membantah semua tuduhan tersebut.
Negeri Tirai Bambu balik menuding dengan menduga ada keterlibatan AS dalam penyebaran virus corona. Sampai-sampai muncul dugaan virus tersebut adalah senjata biologis.

c77de01c 409f 4988 a6a0 d227d9f636a8 169 - Perang dunia kembali terjadi melalui pandemi saat ini

Perseteruan tersebut lantas membuat Trump menyatakan mencabut bantuan anggaran bagi WHO dan kemungkinan tidak akan melanjutkannya sampai kapanpun. Di sisi lain, China langsung menanggapi dengan memberi dana tambahan jutaan dolar kepada WHO.

Trump meyakini bahwa China seharusnya bisa mencegah wabah virus corona menjadi pandemi yang mempengaruhi dunia. Sejumlah sekutu AS seperti Australia dan Inggris juga meminta keterbukaan China terkait data virus corona.