Polda Aceh Periksa Dua Polisi

Polda Aceh Periksa Dua Polisi

Polda Aceh Periksa Dua Polisi Penganiaya Pria Gangguan Jiwa

Polda Aceh Periksa Dua Polisi Penganiaya Pria Gangguan Jiwa – “Saat kedua anggota Polri ini bertugas, tiba-tiba datang pria yang diduga mengalami gangguan jiwa mengeluarkan kata-kata dengan nada ancaman,” kata Ery melalui keterangan tertulisnya, Minggu.

Kepolisian Daerah (Polda) Aceh memeriksa dua orang oknum polisi berinisial R dan E yang terlibat dalam penganiayaan terhadap pria yang diduga mengalami gangguan jiwa.

Meski demikian, Ery tidak merinci ucapan yang dilontarkan oleh orang yang diduga mengalami gangguan jiwa itu kepada dua oknum polisi Poker Deposit Pulsa.

Menurut Ery, saat kejadian, orang tersebut sempat menarik kerah baju anggota Polri tersebut dan mau memukul oknum Polri yang berinisial E itu. Hal itu diduga menyulut terjadinya tindakan penganiayaan yang terekam kamera dan tersebar di jagat media sosial hingga menjadi viral.

“Permasalahan tersebut sudah ditangani Polda Aceh dan Polda Aceh akan bekerja secara profesional untuk memeriksa kedua okonum Polri tersebut,” kata dia.

Polisi menyatakan insiden senggolan mobil menjadi pemicu motif pemukulan yang dilakukan seorang pengemudi kepada sopir ambulans di Jalan Kesehatan, Bintaro, Jakarta Selatan, Selasa.

“Terjadi persenggolan mobil, akhirnya si terlapor emosi dan menghampiri mobil ambulans,” kata Kepala Unit Kriminal Umum Polres Metro Jakarta Selatan AKP Ricky Pranata Vivaldy saat dikonfirmasi, Kamis

Ery menjelaskan bahwa penuntasan kasus dugaan penganiayaan tersebut akan mengedepankan prosedur hukum yang berlaku yang berkeadilan dan azas praduga tak bersalah.

Pelaku yang diketahui seorang pekerja swasta

Pelaku yang diketahui seorang pekerja swasta (SR) diringkus polisi pada Rabu kemarin. Ricky mengatakan SR sudah ditetapkan menjadi tersangka dan sudah menjalani proses pemeriksaan.

“Untuk status si terlapor sudah kita tingkatkan menjadi tersangka, dilakukan penahanan atau tidak nanti kita tunggu lebih lanjut,” lanjut Ricky.

Atas perbuatannya, SR disangkakan pasal 351 dan 335 KUHP yang mengatur tentang tindak pidana penganiayaan. Ricky menegaskan insiden tersebut murni karena emosi pelaku, sebab tidak ditemukan tanda pengaruh alkohol dan obat-obatan saat pemeriksaan terhadap SR.

Namun, hingga saat ini belum diketahui bagaimana proses hukum itu berjalan di korps Bhayangkara tersebut. Aksi perkelahian kedua oknum polisi itu diunggah oleh akun instagram @potretaktivis dan telah menjadi viral. Terlihat, aksi adu jotos itu sempat membuat pria yang diduga orang dengan gangguan jiwa itu terjatuh beberapa kali.

Bahkan sempat, salah seorang anggota polisi menendang perut pria berbaju merah itu hingga keduanya terjatuh dan saling bergulat di tanah. “Pelaku tidak terpengaruh alkohol, sudah kita lakukan pemeriksaan tes urine,” terang Ricky.

“Kejadian kemarin, jam 14.00 Lewat permasalahan cek cok dengan orang gila, oknum Polisi Nurussalam ini sehingga memukul dan menendang orang gila ini,” tulis akun @potretaktivis.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Ery Apriyono menjelaskan kedua polisi berpangkat brigadir itu merupakan anggota Polsek Nurussalam. Kejadian itu terjadi pada Sabtu saat kedua polisi tengah melakukan kegiatan pelarangan mudik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *