Selama COVID-19, Daya Beli Masyarakat Hilang Rp362 Triliun

Selama COVID-19, Daya Beli Masyarakat Hilang Rp362 Triliun

Selama COVID-19, Daya Beli Masyarakat Hilang Rp362 Triliun

Selama COVID-19, Daya Beli Masyarakat Hilang Rp362 Triliun – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa menyebut, daya beli masyarakat hilang sebesar Rp362 triliun akibat adanya pandemi Covid-19. Menurutnya kondisi itu memberikan efek kejut luar biasa bagi pertumbuhan ekonomi secara nasional.

Menurutnya, penurunan daya beli sudah terlihat sejak wabah atau virus ini masuk di Indonesia atau pada Maret 2020. Kebijakan ini membuat daya beli masyarakat turun sehingga perekonomian di kuartal I-2020 hanya mencapai 2,97 persen.

Suharso mengatakan hilangnya daya beli ini juga terjadi akibat tidak adanya perputaran ekonomi antara penjual dan pembeli di lapangan. Kondisi tersebut juga berakibat fatal terhadap penghasilan sektor UMKM yang turun secara drastis selama pandemi.

1. Daya beli menurun, sektor UMKM dan manufaktur ikut terdampak 

Turunnya daya beli masyarakat dipicu oleh hilangnya pendapatan masyarakat. Sebagian dari mereka memilih untuk menekan pengeluaran selama masa pandemik. Hal itu berimbas pada sektor industri manufaktur dan UMKM.

“Ini yang menjelaskan kenapa tidak ada pembeli sehingga UMKM mendapatkan penghasilan yang turun drastis dan menyebabkan utilitas manufaktur turun sampai 30 persen,” katanya.

2. Cegah penurunan daya beli, pemerintah gelontorkan Rp203,9 triliun lewat social safety net

Suharso membeberkan bahwa pemerintah telah menggelontorkan dana sebesar Rp203,9 triliun melalui jaring pengaman sosial. Hal itu dilakukan agar daya beli masyarakat tidak semakin tertekan.

Hanya saja, menurutnya, upaya tersebut belum optimal lantaran masih ada penyalutan bantuan sosial ke daerah banyak terjadi ketidakcocokan data.

“Bersama Menteri Sosial dan Kepala Daerah, kami mendiskusikan bahwa memang ada data yang missing. Ibu Menkeu juga mengatakan dari hasil survei hanya 30 persen sampai 40 persen yang tepat sasaran,” ungkapnya.

3. Pada 2021, pemerintah fokus melakukan pemulihan ekonomi hingga perlindungan sosial 

Oleh karena itu, lanjut Suharso, pemerintah pada 2021 akan fokus dalam melakukan pada sistem kesehatan nasional, perlindungan sosial, ketahanan bencana, maupun pemulihan ekonomi. Upaya itu diharapkan dapat kembali memulihkan perekonomian pascapandemik COVID-19.

“Maka tema, fokus, dan strategi  Download IDN Poker prioritas nasional 2021 itu adalah mempercepat pemulihan ekonomi dan reformasi sosial,” tuturnya.