Seorang Kombes Polisi Melakukan KDRT

Seorang Kombes Polisi Melakukan KDRT

Seorang Kombes Polisi Melakukan KDRT

Seorang Kombes Polisi Melakukan KDRT, – Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono menjelaskan bahwa Kombes Pol RD diduga terlibat dalam kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan penganiayaan.

Belakangan diketahui sang ayah adalah anggota Polri berinisial RW. Mabes Polri sendiri akhirnya membenarkan ada laporan dugaan penganiayaan RW kepada istri dan anaknya.

Peristiwa kekerasan itu dilaporkan ke Prompam Polri, namun sang ayah juga melapor sehingga terjadi saling lapor satu sama lain di Polsek Kelapa Gading dan kini laporannya telah ditangani oleh Polres Jakarta Utara.

Argo menyebut peristiwa itu terjadi pada Jumat malam. Awalnya RD yang menjabat sebagai Penyidik Utama TK. I Rowassidik Bareskrim Polri itu menyeret keponakannya. Kendati demikian, Argo tidak menjelaskan secara rinci yang menjadi pemicu Kombes RD menyeret keponakannya tersebut.

“Masih penyelidikan. Karena keduanya ini melapor dan harus diklarifikasi, biar gak berat sebelah,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Awi Setiyono saat dikonfirmasi, Minggu.

1. Polisi tersebut berpangkat komisaris besar polisi

Diketahui, RW ternyata anggota Polri berpangkat komisaris besar (kombes) polisi. Karena saling melaporkan, kepolisian nantinya akan memeriksa lebih dahulu kedua belah pihak dengan memanggilnya hari ini, Senin.

“Yang satu laporan pencurian dan pengeroyokan, yang satunya KDRT. Berarti harus diklarifikasi,” kata Awi.

2. Sang kombes melaporkan soal pengeroyokan dan pencurian

img 20200624 wa0012 1140x760 7979f4ce7fc9771d44d7f71c8ca040ea - Seorang Kombes Polisi Melakukan KDRTAwi juga mengatakan, terkait kekerasan yang diduga dilakukan RW, pihaknya akan menelisik lebih lanjut bersama Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam). “Makanya biar Propam yang klarifikasi, kita tunggu aja,” ujarnya.

Dia juga menjelaskan bahwa laporan yang dilakukan oleh Kombes RW, yakni pencurian dan pengeroyokan.

“(Bapaknya atas laporan pencurian dan pengeroyokan) Iya, dalam keluarga, biasa dalam keluarga berebutan hape, berebutan buku tabunganlah,” sambungnya.

3. KDRT diduga karena ada wanita lain

Sementara anak pasangan suami istri itu, Aurelia, diduga mengalami kekerasan dari ayahnya karena menemukan pesan singkat wanita lain di handphone sang ayah. Karena itu, dia berusaha menanyakan dan menandai akun Instagram @divpropampolri terkait penjelasan Polri beristri dua.

Unggahannya viral di media sosial setelah dia juga membeberkan bukti kekerasan yang dialami seperti handphone yang rusak, serta beberapa rekaman suara keributan.