Uji Klinis Vaksin COVID-19 Tiongkok

Uji Klinis Vaksin COVID-19 Tiongkok

Uji Klinis Vaksin COVID-19 Tiongkok

Uji Klinis Vaksin COVID-19 Tiongkok – Sebanyak 2.400 vaksin COVID-19 dari perusahaan Tiongkok, Sinovac Biotech, yang bekerja sama dengan Bio Farma, sudah tiba di Indonesia dan siap diuji klinis tahap ketiga pada Agustus 2020. Pemerintah juga akan menguji klinis vaksin virus corona tersebut selama enam bulan, sehingga ditargetkan rampung Januari 2021.

“Tadi kita sudah ketemu Pak Presiden. Beliau sangat mendukung uji klinis vaksin ini dan sangat membantu apa pun kebutuhannya. Sehingga kami sangat optimis. Kami rencanakan uji klinis ini selesai Januari (2020). Dengan jumlah sampel yang ikut uji klinis ini ada 1.620,” kata Koordinator Uji Klinis Vaksin Virus Corona Kusnandi Rusmil, di Kompleks Istana Negara, Selasa.

1. Penyuntikan vaksin akan dilakukan Kementerian Kesehatan

Kusnandi menuturkan, terkait uji klinis yang akan dilakukan Bio Farma tersebut, Presiden Joko Widodo (jokowi) telah mendukung sepenuhnya. Nantinya, setelah dilakukan uji klinis, maka penyuntikan vaksin akan dilaksanakan Kementerian Kesehatan.

“Setelah itu, selanjutnya akan dilakukan tindakan-tindakan penyuntikan yang akan dilakukan oleh Departemen Kesehatan,” tutur dia.

2. BPOM jamin pengujian vaksin valid

Mengenai uji klinis vaksin tersebut, Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito menjamin protokol dalam pengujian klinis vaksin valid. BPOM akan mendampingi proses uji klinis, sehingga ada percepatan pemberian izin edar.

“Juga secara paralel proses produksi yang akan dilakukan oleh Bio Farma sudah akan kami dampingi, dikaitkan dengan fasilitasnya. Sehingga memang nanti pada saat uji klinis selesai, kami memberikan izin edar, segera bisa kita edarkan, sudah didistribusikan,” tutur Penny.

3. Bio Farma menargetkan 40 juta dosis vaksin per tahun pada tahap pertama

Sementara, Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan, tugas perusahaannya adalah memastikan kapasitas produksi vaksin dikelola dengan baik. Hingga kini, kata dia, Bio Farma telah menyiapkan 100 juta dosis vaksin per tahun. Nantinya, dosisnya akan dikembangkan menjadi 250 juta dosis per tahun.

“Tapi untuk tahap pertama sesuai target penyelesaian uji klinis, Januari, pada saat selesai uji klinis dan izin edarnya keluar, kami sudah menargetkan untuk bisa selesai sekitar 40 juta dosis per tahun,” kata Basyir.