[UPDATE] Kasus COVID-19 Terbanyak di Jakarta

[UPDATE] Kasus COVID-19 Hari Ini Terbanyak di Jakarta

[UPDATE] Kasus COVID-19 Terbanyak di Jakarta

[UPDATE] Kasus COVID-19 Terbanyak di Jakarta, – Kasus positif COVID-19 di Indonesia bertambah 1.904 kasus per Kamis. Sehingga, total kasus virus corona di Indonesia kini menembus 106.336 orang, yang tersebar di berbagai daerah.

Mengutip data penambahan kasus yang dikeluarkan Satuan Tugas Penanganan COVID-19 di laman www.covid19.go.id, DKI Jakarta mengalami peningkatan kasus tinggi, yakni 397 kasus. Hingga saat ini, ada 20.969 kasus baru COVID-19 di ibu kota.

Tiga wilayah dengan kasus tertinggi di Indonesia

Provinsi lainnya dengan penambahan kasus tertinggi adalah [UPDATE] Kasus COVID-19 Terbanyak di JakartaJawa Timur dengan 288 kasus baru, sehingga total ada 21.772 kasus di Jatim.

Sedangkan, di Jawa Tengah ada penambahan 161 kasus baru, sehingga total menjadi 9.281 kasus. Sementara, Jawa Barat bertambah 147 kasus, sehingga secara akumulatif menjadi 6.461 kasus.

Lebih dari 53 ribu orang suspect COVID-19

Jumlah kasus positif COVID-19 di dunia hari ini tercatat sudah menembus angka 17.170.436 orang. Kasus tertinggi tercatat berada di Amerika Serikat dengan 4.567.185 kasus dan korban meninggal dunia mencapai 153.708 jiwa.

Sementara, sebanyak 53.723 orang masuk dalam kategori suspect COVID-19 di Indonesia. Sehingga Indonesia berada di urutan ke-24, negara dengan total kasus virus corona terbanyak di dunia.

Lebih dari 64 ribu orang sembuh dari COVID-19

Data Satgas juga menunjukkan sebanyak 64.292 pasien sembuh dari virus corona di Indonesia, setelah bertambah 2.154 kasus sembuh hari ini.

Sedangkan, angka kematian mencapai 5.058 kasus, setelah mengalami kenaikan 83 kasus hari ini.

Gejala dan cara pencegahan virus corona

Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama Virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, baik bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia, ibu hamil, maupun ibu menyusui.

Infeksi virus ini disebut COVID-19 dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Tiongkok, pada akhir Desember 2019. Virus ini telah menyebar ke wilayah lain di Tiongkok dan ratusan negara, termasuk Indonesia.

Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia), Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Hingga saat ini belum ada obat atau vaksin yang mampu membunuh Virus Corona. Kendati, persentase kesembuhan COVID-19 cukup tinggi. Di beberapa negara seperti Vietnam angka kesembuhannya mencapai 100 persen.

Bahkan, beberapa pakar kesehatan menyebut COVID-19 bisa sembuh sendiri jika imun penderitanya bagus. Sebaliknya, rata-rata angka kematian akibat corona berdasarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) per Selasa, sebesar 4,07 persen. Sementara di Indonesia, hingga Kamis, mencapai 8,37 persen.

Bagaimana gejala virus corona? Infeksi COVID-19 bisa menyebabkan penderitanya mengalami gejala flu, seperti demam, pilek, batuk, sakit tenggorokan, dan sakit kepala atau gejala penyakit infeksi pernapasan berat, seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada. Tapi dalam beberapa kasus, pasien positif Corona tak menunjukkan gejala khusus.