Virus Komputer Paling Berbahaya di Dunia

Virus Komputer Paling Berbahaya di Dunia

Virus Komputer Paling Berbahaya di Dunia, Jangan Sampai Kena deh!

Virus Komputer Paling Berbahaya di Dunia Virus tak hanya menyerang manusia, tapi juga perangkat elektronik, khususnya komputer. Untuk ini kita mengenal istilah virus komputer.

Sebagian besar dari kita pasti pernah mengalami masalah komputer yang disebabkan oleh virus. File penting jadi hilang, performa komputer melambat, hingga bahkan berujung pada peretasan akun-akun kita di dunia maya.

Untungnya walaupun virus semakin canggih, teknologi yang dibuat untuk menghalaunya pun tak mau kalah. Itulah kenapa serangan virus jarang terjadi secara masif belakangan ini, berbeda dengan sebelumnya.

Di sekitar tahun 2000-an, ada banyak serangan virus di dunia yang menimbulkan banyak kerugian. Mereka bahkan dijuluki virus-virus paling berbahaya sepanjang sejarah. Ingin tahu seperti apa kisahnya? Simak berikut ini!

1. Melissa

Nama yang unik untuk sebuah virus komputer. Iya, kan? Mengutip laporan The Infographics Show, ternyata “Melissa” diambil dari nama penari eksotik dari Florida, Amerika Serikat yang populer di tahun 1999.

Virus ini dimulai dari hal yang sederhana, yakni file word yang disebarkan melalui email. Ketika seseorang membukanya, file tersebut akan dikirimkan lagi kepada 50 kontak email orang tersebut. Mungkin tidak terdengar buruk, namun ia akan berdampak kuat ketika sampai ke email perusahaan besar.

Microsoft sampai mematikan layanan email agar tak terkena kerugian lebih besar. Diperkirakan, Melissa membawa kerugian hingga US$1,2 miliar. Untungnya kreator virus ini segera tertangkap dan dipenjara selama sepuluh tahun.

2. ILOVEYOU

Virus yang satu ini disebarkan melalui email dengan subjek “I love you”. Terdengar romantis memang, siapa yang tidak penasaran ketika mendapatkan pesan seperti itu, kan? Namun itulah cara kreator virus untuk memikat mangsanya.

Karena membuat orang-orang penasaran, ILOVEYOU sangat cepat menyebar ke 45 juta pengguna dalam sehari di tahun 2000. Tak hanya itu saja, virus yang satu ini juga mengobrak-abrik komputermu. Ia akan menghapus foto, audio, dan berbagai file penting lainnya.

Akibatnya, perusahaan Pentagon, CIA, hingga Parlemen Inggris menonaktifkan email mereka untuk menghindari pencurian data dan infeksi virus tersebut. Kerugian yang ditimbulkan oleh ILOVEYOU tercatat mencapai US$15 miliar.

3. Conficker

Berikutnya ada Conficker (2008). Ini merupakan salah satu worm paling merusak sepanjang sejarah. Tercatat ada sekitar 15 juta komputer yang terinfeksi dan menimbulkan kerugian hingga US$9 miliar. Tak hanya itu, virus ini menyerang badan-badan penting di dunia, seperti kepolisian, militer, hingga berbagai perusahaan besar.

Lalu apa yang sebenarnya dilakukan worm ini? Ketika komputer terinfeksi, worm akan bertahan di dalamnya dalam waktu yang lama karena ia mampu menerobos firewall dan antivirus. Ia juga mampu mereset berbagai pengaturan, menghalangi update sistem operasi, dan menendang pengguna dari akunnya sendiri.

4. Zeus

Dilansir Hongkiat, Zeus adalah virus jenis trojan yang mampu membuat komputer kita melakukan hal-hal yang bersifat kriminal. Misalnya mencuri data orang lain, mengirimkan email phishing, dan lain sebagainya. Zeus juga sangat berbahaya karena bisa mengakses detail akun finansial dan mencuri uang kita.

Seakan tak cukup parah, virus ini juga mampu mengunduh ransomware sehingga semua file kita terkunci dan tak dapat diakses. Mereka akan mengancam dan meminta sejumlah uang pada korbannya agar file dapat diakses kembali.

Zeus sempat menginfeksi lebih dari satu juta komputer di dunia pada 2010 dan 25 persennya berasal dari Amerika Serikat. Para kreator Zeus berhasil mendapatkan uang sekitar US$70 juta. Ternyata ada 100 orang yang terlibat dalam operasi ini, lho!

5. Mydoom

Mydoom adalah virus yang menimbulkan kerugian terbesar di dunia, yakni mencapai US$38 miliar. Pada tahun 2004, virus ini menginfeksi setidaknya satu dari 12 email yang beredar di dunia. Tak hanya lewat email, Mydoom juga menyebar melalui peer-to-peer file sharing sehingga pergerakannya pun cepat.

Mydoom membuat berbagai perusahaan teknologi khawatir. Salah satunya adalah Google. Perusahaan tersebut bahkan mengadakan sayembara, siapa pun yang berhasil menangkap otak dari Mydoom akan mendapatkan uang sejumlah US$250 ribu.

Namun sayangnya hingga saat ini belum ada yang berhasil menguak siapa yang berada di balik virus ini. Ada dugaan Mydoom berasal dari Rusia tapi tak ada bukti kuat yang mendukung pernyataan tersebut.

Walaupun mayoritas serangan virus di atas terjadi pada tahun 2000-an, bukan berarti kita sudah terbebas darinya saat ini. Masih banyak ancaman virus yang ada di dunia maya. Kamu harus selalu hati-hati dan intinya jangan membuka email atau pesan apa pun yang tidak jelas asalnya dari mana.